Hari pertama PL,, 2 Juli 2012…menjadi hari yang amat membosankan…
seperti kata orang2, pekerjaan yang paling membosankan adalah menunggu, dan hari ini aku menunggu yang ga pasti dari jam 07.00 sampai 17.00.
ya begitulah,, jam 7 berangkat dari kost dengan semangat PL hari pertama. pas dataeng ke tempat PL ternyata orang yang akan ditemui belum datang. maklum jabatan atas datangnya agak siang.
jam 8 lewat ibu yang mau kita temui dateng, untung pak satpam udah ngasih absen jadi udah keitung masuk sebelum jam 8 :D
Ternyata pas ibunya dateng juga masih blum bisa ditemui, alhasil aku masih nunggu,,
hmm,,,akhirnya ketemu juga ibunya,
dan ternyata ibunya udah pindah bagian, bukan di bagian yang ngurusin PKL. oohh nooo…
jadi siapa yang ngurusin kita???? (aku dan temanku)
untungnya ibunya masih bersedia ngurusin,, tpi kembali kami masih disuruh nunggu dari jam 9 ampe jam 10.. dan kami pun menunggu sampai salah satu teman saya ketiduran.
jam 10 pun teng…ibunya blum dateng juga. kam pun mulai panik,,dengan sedikit khwatir akhirnya kami masih sabar menunggu sampai jam 11 dan sampai ibunya datang.
selanjutnya kami di bawa ke bagian QC, dan kami dipertemukan dengn ibu cantik bernama ibu Lina. ibu inilah yang ktanya akan mengurusi kami krena beliau berada di bagian QC. Ibu Lina memberikan kami beberapa buku tentang aturan lab dan sejarah perusahaan, dan kami pun mulai membacanya (seengganya ada kerjaan laaahh). Ibu Lina juga menjanjikan bhwa pengarahan akan dilakukan setelah makan siang.
waktu istirahat pun tiba, krena kami sedang shaum jadi ga makan siang, kami lagsung ke mushola dan shalat. selesai dari mushola kami lagsung kembali ke bagian QC berharap ada pekerjaan yang bisa dilakukan seperti yang dijanjikan ibu Lina. tapi ternyata…..
Ibu Lina menyuruh kami menghubugi Pak Budi yang merupakan kepala bagian QC, pak Budi yang sebelumnya mondar mandir di depan kami seperti tidak ada kerjaan tiba2 susah untuk kami temui. katanya beliau sibuk.entah apa yang beliau kerjakan membuat kami semakin ga jelas keberadan dan tugas kami.
waktupun terus berjalan, ga kerasa ashar pun tiba. selama bebrapa jam ke belakang kami sabar menunggu tanpa ada satu hal pun yang bisa kami kerjaan dalam ruangan yang penuh dengan analist yng sedang sibuk bekerja. kami hanya bisa melihat semua orang sibuk bekerja tanpa tak tau apa yang mesti kami kerjakan. sesekali kami merasa malu pada semua analist yang ada di ruang itu krena ketidakjelasan kami yang hanya menunggu sejak tadi siang.
akhirnya kami memberanikan diri bertanya, sseorang ibu di QC yng sedang hamil menjelaskan bhwa perusaan tidak mendapat kabar kedatangan kami. selain itu belum ada kordinasi tiap bagian hingga saat kami datang benar2 blum ada persiapan sama sekali dari pihak perusahaan,, padahal sebelumnya kami telah konfirmasi beberapa kali., entahlah!
Rasanya sangat mngecewakan, rasanya aku tak mau melnjutkan di hari kedua PKL, namun ibu tersebut juga bilang bhwa besok akan ada training sebelum kami PKL. seengganya itu sedikit membuka harapan kami.
semoga esok akan lebih baik,

Engkau yang sedang bersedih dengan kesalahannya,
dengarlah ini …
Salah sekarang itu lebih baik, daripada nanti waktu tua, saat engkau sudah tak mampu lagi memperbaiki kesalahan.
Kesalahan adalah kemungkinan logis dalam upayamu mencapai keberhasilan.
Jika engkau menghindari kesalahan, engkau juga menghindari keberhasilan.
Maka ramahkanlah dirimu terhadap kemungkinan salah.
Sabarlah.
Kesalahan adalah biaya yang kau gunakan untuk mencapai keberhasilan.
Banyak orang yang sesungguhnya HIDUP DALAM KESUNYIAN DAN NYARIS MENYERAH.
Berkasih-sayanglah.
Bukannya mereka belum berupaya dan mencoba banyak cara.
Tetapi mereka sering dikejami oleh wajah-wajah yang dingin dan dilukai dengan kata-kata yang tajam.
Lembutkanlah bicaramu.
Jiwa-jiwa letih itu sedang menggembirakanmu
dengan senyuman yang mengambang di atas air mata.
Indahkanlah wajahmu bagi mereka.
Engkau yang sedang galau karena direndahkan,
Sabarlah dan peliharalah kesungguhan belajar dan kerja kerasmu.
Bukankah akan manis sekali jika engkau berhasil membuktikan bahwa engkau lebih besar daripada semua orang yang hari ini mengecilkanmu?
Engkau yang semalam bertanya-tanya, akan berapa lama-kah kehidupan ini berlangsung tanpa perubahan yang berarti, sini, duduklah dekat denganku di pagi yang damai ini, dan dengarlah.
Jika engkau ingin memperbaiki kehidupanmu, engkau harus memperbaiki yang kau lakukan.
Karena,
Yang kau lakukan menentukan yang kau hasilkan, dan yang kemudian menentukan nilai dan hargamu bagi orang lain.
Jika orang lain menghargaimu, engkau akan diperlakukan dengan lebih ramah, penuh hormat, didahulukan, dikedepankan, dan dibayar mahal.
Itu semua karena yang kau lakukan.
Tapi, masalahnya – engkau tidak mungkin memperbaiki yang kau lakukan, tanpa memperbarui sikapmu.
Dan itu menjadi masalah yang semakin besar, jika engkau kukuh mempertahankan sikap-sikap lama-mu yang terbukti selama ini belum menjadikanmu damai, sejahtera, dan terhormat.
Maka,
Barukanlah sikapmu, agar baru kualitas dari yang kau lakukan, agar baru tingkat hasilmu, agar kehidupanmu dibarukan dengan kedamaian, kesejahteraan, dan kehormatan.
Aku tak punya waktu
untuk membenci orang yang membenciku
karena aku terlalu sibuk
mencintai orang yang mencintaiku.
“Gagallah sebanyak yang dibutuhkan untuk berhasil.”
Gagallah sebanyak mungkin, asal tujuan dari kegagalan Anda adalah untuk mendekatkan Anda kepada keberhasilan.
“Satu keberhasilan bisa membayar seribu kegagalan.”
Sedih dan kecewalah sebentar, tapi segeralah bangkit dan memulai lagi.
Bersabarlah. Anda akan sampai.
Jangan malas.
Tujuan dari rasa malasmu adalah menggagalkanmu.
Setiap rasa malasmu menyembunyikan satu kebaikan yang kau rindukan.
Maka, setiap kali engkau merasa malas, bertindaklah.
Bertindak dalam rasa malas adalah tanda pribadi yang tegas hatinya, gagah sikapnya, dan baik rezekinya.

Jika orang merasa kecil
dan gagal mencari kebahagiaan,
itu bukan karena ia tidak menemukannya,
tetapi karena tidak berhenti sejenak
untuk menikmati yang telah ia miliki.
Bukan banyaknya keinginan yang akan menghebatkan Anda, tapi besarnya kesungguhan di dalam satu keinginan yang jelas.
Fokuslah pada satu keinginan yang pencapaiannya memungkinkan pencapaian dari banyak keinginan.
Sebetulnya hidup ini sangat sederhana; jika kita tidak merumitkannya dengan rencana yang tidak kita laksanakan, dengan janji yang tidak kita penuhi, dengan kewajiban yang kita lalaikan, dan dengan larangan yang kita langgar.
Hidup ini tidak mudah, dan tanpa ditambah masalah pun, kehidupan ini sudah pelik.
Maka marilah kita menyederhanakan sikap kita, untuk mendahulukan yang harus kita dahulukan, dan melakukan yang harus kita lakukan.
Perhatikanlah semua kesulitan hidup ini. Mereka muncul, berkembang, dan menguat karena kita menunda yang seharusnya kita dahulukan, dan karena kita melakukan yang seharusnya tidak kita lakukan.
Hidup ini tidak mudah. Jangan lebih dipersulit.
Engkau yang sedang merasa sendiri
dalam upayamu membangun diri dan kehidupan
yang membanggakan, dengarlah ini …
Putuskanlah untuk menjadi kuat.
Apakah engkau memilih untuk menjadi kuat,
atau menjadi lemah;
tidak akan mengurangi kekuatan dari masalah-masalahmu.
Tetapi bersikap kuat dalam menghadapi masalah,
akan memperbesar kesempatanmu
untuk keluar dari masalah itu dengan cemerlang.
Sesungguhnya engkau tak sendiri.
Ada Tuhan beserta semua makhluk baikNya
yang tanpa kau ketahui disandingkanNya denganmu
dalam perjalanan hidupmu,
untuk menjadi orang tuamu, saudaramu,
sebagai kekasihmu, anak-anak dan keponakanmu,
sebagai sahabatmu, guru dan penasihatmu,
dan sebagai orang-orang baik yang menghargai pekerjaanmu.
Sekarang, damailah dan senyumlah.
Engkau dalam pengawasan Tuhan Yang Maha Penyayang.

Engkau hanya tinggal ikhlas melakukan
yang bisa segera kau lakukan.
Lakukanlah yang bisa kau lakukan,
agar Tuhan melakukan yang tak bisa kau lakukan.
Engkau yang letih dengan kegalauan, niatkanlah ini …
Tuhanku Yang Maha Melapangkan,
Engkaulah pemilik kehidupanku, sehingga aku seharusnya tak meragukan bahwa sebagai milikMu, aku akan Kau pelihara dan tumbuhkan menjadi pribadi yang kuat dan mapan.
Tugasku bukanlah untuk menghilangkan kegalauan ini, tapi mensyukurinya.
Karena, sesungguhnya kegalauanku adalah kegamangan jiwa yang sedang tumbuh dan berkembang untuk menguat dan memapan.
Tugasku adalah untuk menjadi pribadi yang tegas memutuskan yang baik bagiku, dan bersegera melakukan yang sudah kuketahui harus kulakukan.
Tuhan, jadikanlah aku jiwa yang justru menjadi kuat dalam perasaan yang dulu melemahkanku, dan bersegera bertindak dalam keadaan yang dulu membekukanku.
Aku milikMu, maka baikkanlah kehidupanku.
Yang terjadi di masa lalu adalah pelajaran bagi penguatan Anda hari ini. Anda tidak boleh menggunakannya sebagai pelemah upaya Anda hari ini.
Masa kini yang baik adalah pemungkin bagi masa depan yang baik, yang akan menjadi pemaaf bagi masa lalu yang seperti apa pun.
Engkau yang sore ini bersedih, laporkanlah kesedihanmu kepada Tuhan, dan mintalah restuNya untuk keberhasilan rencanamu esok.
Semoga esok engkau dibahagiakanNya.
Semua keberhasilan yang Anda impikan berada di balik semua hal yang Anda takuti.
Itu sebabnya, yang berani yang berhasil.
Jangan lagi mengeluh.
Jangan mengatakan bahwa kata-kata lebih mudah, jika kita yang sulit bertindak.
Bukankah kita telah bersikap yang macam-macam selama ini – kecuali berani?
Beranilah, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Sesungguhnya,
kehidupan ini hanya menginginkan
agar engkau ikhlas mensyukuri
apa pun kekuatan yang sudah ada padamu,
dan menggunakannya untuk melakukan
sesuatu yang berguna bagimu,
bagi keluargamu, dan bagi sesamamu.
Sesungguhnya,
tak banyak yang kau butuhkan
untuk menjadi pribadi yang damai,
yang sejahtera dan bahagia.
Mintalah bantuan Tuhan.
Dialah yang akan menguatkan bagian
di mana engkau lemah
Tuhanku Yang Maha Sejahtera,
Dalam Subuh yang indah ini, aku ikhlas menerima bahwa tidak ada kebaikan, yang bagaimana pun kecilnya, yang sia-sia.
Aku mungkin tak menyadari bahwa yang kulakukan adalah kebaikan, atau mungkin orang lain tak menghargai kebaikanku, tapi Engkau adalah sebaik-baiknya penghitung.
Maka, aku mohon Engkau mentenagai kesungguhanku untuk mengisi hatiku, pikiranku, kata-kataku, dan tindakanku dengan kebaikan, karena itulah yang menjadikanku pribadi yang baik.
Jadikanlah aku jiwa yang lembut dan anggun membaiki keluarga dan sesamaku, agar Engkau mendahulukan kebaikan bagiku dan bagi mereka yang kucintai.
Kita mencapai keberhasilan
bukan karena kesempatan yang diberikan
dengan mudah kepada kita.
Kita berhasil karena bekerja keras
mendaya-gunakan kesempatan
yang sudah ada di tangan kita.
Bukankah sudah terbukti,
tidak semua anak orang kaya berhasil,
dan banyak anak orang miskin
menjadi mapan dan sejahtera?
Syukurilah yang sudah ada pada diri Anda.
Sesungguhnya,
Anda bergerak maju dari kesyukuran Anda.
Hadiah terbaik
yang bisa Anda terima dari sebuah kesalahan
adalah
terperbaikinya kualitas
yang membuat Anda melakukan kesalahan.
Bukan menyesali kesalahan -
yang menjadikan kita bangikit dan berhasil,
tapi menghilangkan sifat yang menjadikan kita mudah salah,
dan memperkuat yang menjadikan kita lebih tepat.
Hanya dia yang menyerah, yang kalah.
Tidak ada kesulitan yang lebih kuat daripada kegigihan.
Anda akan menang, asal hati Anda cukup sabar untuk menjadi wadah bagi kegigihan itu.

Perendahan dari orang lain ditujukan untuk melemahkan Anda.
Marahlah, tapi pastikan Anda gunakan kemarahan itu sebagai tenaga untuk membuktikan bahwa Anda terlalu tinggi untuk bisa direndahkan oleh orang kecil.
Satu-satunya jalan bagi impian untk mencapai kenyataan adalah bertindak.
Lakukanlah sesuatu yang baik, segera.
Jangan hanya merasa khawatir, tapi tidak bertindak.

Cara utama untuk menjadi bijak,
adalah mengurangi bicara,
melebihkan mendengar,
berdialog dengan diri sendiri
dalam kasih sayang,
mempercayai bahwa
tidak ada niat Tuhan kecuali
memuliakan kita,
berbicara kepada sesama dalam kalimat
yang meneruskan kebaikan Tuhan,
dan bertindak meneladankan kebaikan
yang kita katakan.
Marilah kita berdoa bersama,

Tuhanku Yang Maha Mengetahui,
Jika aku mengetahui apa pelemah asliku,
aku akan mampu mencegah pelemahan diriku,
sehingga utuh kekuatanku
untuk kebaikan hidup keluarga dan sahabatku.
Jika aku tahu apa yang paling dibutuhkan oleh sesamaku,
akan terbuka lebar kesempatanku
untuk menjadi pribadi yang besar manfaatnya bagi sesamaku.
Tuhanku, wariskanlah kepadaku ilmu yang berguna.
Sebagian besar kebahagiaan kita lebih disebabkan oleh yang kita kerjakan, daripada oleh yang kita milliki.
Hanya memiliki banyak hal – tidak sehebat melakukan banyak hal.
Kita menjadi penting bagi diri sendiri, bagi keluarga dan sesama, karena yang kita lakukan mendamaikan, membahagiakan, dan menyejahterakan mereka.
Hanya memiliki tanpa menyumbangkan kebaikan, bisa jadi memiliki yang sebetulnya adalah hak orang lain.
Tuhanku Yang Maha Lembut,
Aku mohon Engkau melucuti ketegangan yang ada di wajah ini, kegelisahan di hati ini, dan getar kekhawatiran dari tubuh ini, agar aku menjadi pribadi yang lebih siap untuk merayakan kegembiraan bersama keluarga dan sahabatku, dan tak melibatkan mereka untuk tenggelam dalam kesedihanku.
Ceriakanlah hati ini, renyahkanlah tawaku, lembutkanlah tutur dan perilakuku, cepatkanlah aku berterima kasih dan meminta maaf, dan sabarkanlah aku dengan kekurangan dan kelemahan sesamaku.
Semoga dengan yang kuniatkan ini, Engkau berkenan menjadikan aku jiwa kecintaan keluarga dan sesamaku
Penundaanmu yang selama ini melemahkanmu, akan menjadi penguat dan penghebat dirimu jika engkau menggunakan keahlianmu dalam menunda untuk menunda yang tidak penting.
Tuhanku Yang Maha Melapangkan
Engkau telah menetapkan bahwa, kebaikan hatiku menentukan kebaikan hidupku.
Karena, jika hatiku baik, yang kurasakan dan kupikirkan tentang diriku dan kehidupan – akan baik. Dan karenanya, yang kulakukan – akan baik. Sehingga, perlakuan yang kudapat dari sesamaku dan dari kehidupan – akan baik.
Tuhan, hari ini aku akan berfokus kepada membaikkan hatiku.
Aku mohon Engkau berkenan untuk mentenagai upayaku untuk membebaskan hatiku dari kebiasaanku menduga yang buruk, dari menyukai kegelisahan yang tak berguna, dan menjadikannya lebih ikhlas melakukan yang baik bagiku dan sesamaku.
Restuilah upayaku untuk membaikkan hatiku, sebagai awal dari semua perbaikan rezekiku.
Menyesali senjata, adalah pemasti kekalahan.
Jangan menyesali keadaan Anda, karena dari situlah semua kebesaran Anda dicapai.
Bersyukurlah, dan bekerjalah dengan berani.
Lebih baik salah waktu muda,
dan belajar untuk menjadi lebih tepat
dengan berjalannya waktu,
daripada tetap salah sampai tua,
karena tidak pernah belajar dari kesalahan.
Akan datang masa
di mana kesalahan yang dulu wajar
sebagai anak muda, akan menjadi kesalahan
yang pantas dihukum dengan keras saat tua.
Mumpung masih muda,
marilah kita membaikkan diri.

Awalnya saya bingung apa yang menjadi alasan saya masuk kimia. Tapi ini sudah menjadi pilihan yang harus saya terima. Berbekal pengetahuan yang saya punya di SMA, saya pun memasuki kimia. Saya yakin kimia mungkin jalan hidup saya. Kimia itu menarik. itu yang saya tanamkan dalam hati.

Lama kelamaan kimia menjadi bagian dari hidup saya. Awal masuk kuliah dosen organik berkata bahwa kimia akan mengajarkan kita kehidupan juga akan mendekatkan kita kepada Sang Pencipta yang telah menciptakan ilmu pengetahuan. Ternyata banyak hal menarik dari kimia. Belajar dari sebuah elektron. Ketika sebuah atom berikatan kovalen koordinasi dengan atom yang lain maka elektron akan disuplai dari sebuah atom saja.  Sadarkah kita?Atom-atom itu mengajarkan kepda kita tentang memberi kepada sesama. Bahwa untuk mencapai sebuah kestabilan maka kita harus berinteraksi dengan sesama. Saling memberi dan menerima.

Tak hanya itu, tahu ga seh salah satu yang menarik dari kimia bahwa  intan dan grafit mempunyai atom pembentuk yang sama yaitu Carbon..tapi kenapa intan mahal dan grafit murah sekali ?bisa ngga seh kita bikin grafit dari intan ? atau intan dari grafit ?kalo bisa… hehehhe.. kaya deh kita. menarik kan kimia?

Kini saya mempunyai banyak alasan kenapa memasuki kimia. Belajar kimia sama saja belajar tentang diri kita, belajar tentang kehidupan. Karena manusia tidak akan pernah lepas dari zat-zat kimia. Dengan belajar kimia kita akan tahu bagaimana zat-zat kima berada dalam kehidupan kita. Berbagai zat kimia kini telah marak dalam kehidupan kita. Mulai dari parfum, pestisida, pewarna sampai zat pengawet makanan.masih terlintas kan dalam benak kita bagaimana maraknya formalin dipakai dalam makanan. Dengan belajar kimia diharapakan kita akan lebih tahu dan lebih arif dalam menggunaan zat-zat yang berbahaya tersebut.

Hal lain yang awalnya memotivasi saya tentang kimia, bahwa ternyata banyak ilmuan islam yang ahli di bidang kimia. Bahkan orang yang pertama kali menemukan ilmu kia adalah seorang ilmuan di zaman kekhalifahan islam seperti Jabir Ibnu Hayyan.. ini salah satu motivasi terbesar saya. Sya ingin menjadi ilmua kimia yang hebat seperti mereka.

Memang jurusan kimia tidak hanya  akan menciptakan ahli-ahli kimia yang handal di laboratorium. juga akan melahirkan ilmuan-ilmuan kimia yang handal. Prospek kerja kimia pun tidak hanya terbatas di laboratorium, juga bisa di industri-industri, rumah sakait, apotek bakan menjadi seorang peneliti pun bisa.

Referensi:

http://kimia-asyik.blogspot.com/2009/08/ikatan-kovalen-koordinasi.html

http://suherman.lifeme.net/pelajaran-lain-ekstra-kurikuler-f32/yang-suka-kimia-jangan-mau-kalah-t478.htm

http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/08/ilmuwan-kimia-ternama-islam.html

http://www.crayonpedia.org/mw/BAHAN_KIMIA_DALAM_KEHIDUPAN_8.1_SAEFUL_KARIM.

Nama Lengkap : Iis Ismawati

Nama Panggilan : Iis

NRP : G44090009

Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Departemen : Kimia

Alamat Asal : Jln. Pawenang Kec. Nagrak Kab. Sukabumi 43356 Jawa Barat

Oksigen kini duduk di kursi goyang di rumah kecil gang 2 blok VIA nomor 8 di desa kecil yang bernama Sistem Periodik Unsur. Mengenang masa-masa mudanya dulu. Mengenang saat pertama kali dia dilahirkan. Dia ingat masa kecilnya. Dia ingat orang tuanya. Dia lahir di Uppsala tahun 1773 oleh Carl Wilhem Scheele. Lalu tahun 1774 dia diadopsi oleh Joseph Priestley di Wiltshire. Lalu dia diberi nama ‘oxygen’ oleh Antoine Lavoisier tahun 1777. Sungguh nama yang indah. Diambil dari bahasa Yunani, oxys dan genes, yang artinya menghasilkan asam. Sebenarnya kurang cocok dengan keadaanku. Nama ini lebih tepat dipakai oleh tetanggaku yang bernomor rumah 1, Hidrogen.

Dia ingat saat dia masih kecil dia merasa minder. Dia tidak merasa istimewa. Dia tidak seperti teman-temannya yang dimasukkan ke golongan istimewa. Dia tidak termasuk ke golongan alkali, alkali tanah, gas mulia, halogen, transisi, aktinida, lantanida. Dia merasa dia hanyalah unsur biasa, hanya unsur biasa. Tapi suatu ketika, Oksigen berbincang-bincang dengan tetangganya sekaligus sahabatnya yang sesama ‘unsur biasa’, Nitrogen.

“Hey, Oksigen, janganlah kau bersedih karena kita hanyalah unsur biasa, masuk ke golongan reguler.”

“Sungguh tidak enak, kawan. Aku merasa tidak percaya diri. Aku merasa diriku tidak berharga.”, keluh Oksigen.

“Hey, siapa bilang dirimu tidak berharga. Setiap unsur itu pasti ada kegunaanya. Jangan salah, meski kita yang tidak masuk golongan istimewa tapi kita semua berprestasi, kawan. Bahkan kau juga. Kau belum mengetahuinya?”

“Benarkah, maukah kau menceritakannya kepadaku?”

“Baiklah. Unsur-unsur ‘biasa’ seperti kita ini diam-diam sangat berprestasi. Misalnya hidrogen ketika berpasangan denganmu menghasilkan air yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Aku digunakan pada insdustri pupuk. Tapi, sebaiknya kau tidak berpasangan dengan karbon, bisa menimbulkan polusi, dan berbahaya bagi manusia.”, cerita Nitrogen.

“Tahukah kau, kau ini paling dibutuhkan makhluk hidup. Tanpa kau manusia tidak bisa hidup, begitu pula hewam dan tumbuhan. Kau dibutuhkan untuk bernafas. Di alam semesta ini kau menempati urutan ketiga paling melimpah. Bahkan kau paling melimpah di kerak bumi. Bersyukurlah kau, kau begitu dibutuhkan orang.”

“Wah, aku sama sekali tidak menyangka.”

“Ya, kau justru sangat berprestasi. Meski kau tidak termasuk benda langka tapi kau dicari, dibutuhkan. Di atmosfer 23,15% beratnya, 85,8% berat lautan, 46,7% berat kulit bumi, 60% tubuh manusia. Selain itu, masih banyak kegunaanmu yang lainnya, seperti untuk reaksi pembakaran, pengolahan baja, industri kertas dan industri plastik, pembuatan ozon, pengisi tabung pernafasan untuk astronot dan penyelam, dan bersama hidrogen cair digunakan sebagai bahan bakar roket. Selain itu, kau juga terkenal dengan sifat supelmu. Dengan keelektronegatifanmu kau bisa berteman dengan hampir seluruh teman-teman unsur lainnya, membentuk oksida. Unsur lain yang meskipun termasuk golongan yang istimewa belum tentu bisa sepertimu.”. Benar juga ya, meski aku tidak termasuk golongan istimewa manapun aku berguna untuk kehidupan manusia, bahkan tidak hanya manusia, seluruh makhluk hidup membutuhkanku, pikir Oksigen. Sejak saat itu, Oksigen tidak minder lagi. Dia melangkah lebih percaya diri menuju hari esok yang cerah.

Dahulu, Oksigen pernah mempunyai saudara alotrof, yang bernama Gas Oksigen. Tiba-tiba Gas Oksigen tersinari sinar ultraviolet dan petir. Gas Oksigen ini menjadi kembar tiga dan berubah nama menjadi Ozon. Ozon ini dapat menyerap sebagian ultraviolet. Bayangkan jika tidak ada ozon, katarak, serta kekurangan kekebalan tubuh. Tapi, sekarang Ozon ini sedang sakit-sakitan, dia sekarang sudah sangat tua dan tubuhnya sudah rusak akibat ulah manusia yang kian hari kian berkurang lahan hijau di permukaan bumi.

Oksigen kembali mengingat-ngingat dirinya kembali di masa lalu. Ah, dia teringat sesuatu hal. Dia pernah berubah. Sebenarnya dia berwujud gas dalam suhu kamar, tapi suatu hari saat suhu 90,20 K, dia berubah menjadi cair. Saat suhu 54,36 K dia berubah lagi menjadi padat. Dalam keadaan gas, dia tidak berwarna dan tidak berbau. Tapi dalam keadaan cair dan gas, dia berwarna biru langit yang indah. Hal ini disebabkan karena penyerapan warna merah.

Dalam mendapatkan Oksigen di laboratorium ada beberapa cara. Dia dapat dibuat dengan elektrolisis air atau memanaskan KclO3 dengan MnO2 sebagai katalis. Dalam mendapatkan Oksigen secara teknik industri ada dua cara, elektrolisis air dan distilasi bertingkat udara cair. Kemurnian yang didapatkan dari cara distilasi adalah 99%, sedangkan melalui elektrolisis hanya 1%.

Oksigen mengenang saat-saat itu. Kini dia sudah tua renta. Apalagi salah satu saudara alotrof-nya, Ozon, dia sudah sakit-sakitan. Jika dia bisa berbicara dia akan berbicara seperti ini, “Kami, oksigen lama-kelamaan akan berkurang jika umat manusia tidak menambah pepohonan hijau. Selain itu saudara alotrofku sudah sakit-sakitan akibat ulah kalian. Jika dia sampai mati, kalian umat manusia sendirilah yang akan merugi.”